Sekarang ini, perusahaan-perusahaan baru seperti Bukalapak, Gojek, Tokopedia, Tiket.com, Traveloka, merupakan perusahaan-perusahaan yang tidak asing lagi di telinga kita. Tanpa kita ketahui, bahwa sebenarnya perusahaan-perusahaan baru yang berhasil mengembangkan sayapnya tersebut termasuk ke dalam bisnis startup. Lalu, apa yang dimaksud dengan bisnis “Startup”?

Secara harfiah, bisnis startup adalah bisnis yang baru berdiri. Wikipedia mendefinisikan startup (ejaan lain yaitu start-up) sebagai perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi, yang sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan, berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Kalau begitu, apakah pebisnis mie ayam, thai tea, banana nugget, ataupun pakaian yang baru merintis usahanya termasuk ke dalam bisnis startup? Ternyata tidak. Karena bisnis startup identik dengan perusahaan baru yang bergerak di bidang teknologi dan website. Mengapa demikan? Hal ini disebabkan startup bermula pada masa terjadinya bubble dot com atau gelembung dot com pada periode akhir 90-an hingga awal 2000-an. Pada saat itu, internet baru berkembang dan banyak orang yang menilainya sebagai ladang bisnis sehingga banyak perusahaan baru (startup) berbasis internet yang didirikan secara bersamaan. Berikut ini adalah beberapa karakteristik umum dari startup:

  1. Umumnya beroperasi melalui website.
  2. Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital.
  3. Usia perusahaan kurang dari 3 tahun.
  4. Jumlah pegawai kurang dari 20 orang.
  5. Pendapatan kurang dari US$100.000 per tahun atau  Rp1,35 miliar per tahun.
  6. Masih dalam tahap pengembangan.

Bagaimana potensi bisnis startup di Indonesia? Menurut data dari e-Marketer, jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 102.8 juta orang sehingga Indonesia menduduki peringkat ke-6 terbesar di dunia, setelah China, Amerika, India, Brazil dan Jepang. Ditambah lagi, pada tahun 2017, jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat mencapai 112,6 juta orang, mengalahkan Jepang yang menduduki peringkat ke-5 terbesar di dunia. Dengan demikian, kabar ini dapat menjadi angin segar bagi para penggiat startup di Indonesia. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di dunia sehingga Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik.

Perkembangan perusahaan startup di Indonesia sendiri selama ini dapat dikatakan cukup bagus dan menggembirakan. Ini dibuktikan dengan data yang dimiliki StartupRanking.com, Indonesia menempatkan posisi ke-3 di dunia yang memiliki jumlah startup terbanyak setelah Amerika Serikat dan India. Tercatat bahwa jumlah startup di Indonesia mencapai 1.559 startup.

Dengan begitu, apakah Anda tertarik untuk menjadi salah satu penggiat startup di tahun 2018 ini?