Kolaborasi bisnis bisa meningkatkan reputasi dan keuntungan bagi para perusahaan yang bekerja sama.

Dalam dunia bisnis, kolaborasi dan kerja sama adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Contohnya adalah kolaborasi Apple dengan IBM, Lenovo dengan Google, dan—yang terdekat—Go-Jek dengan Telkomsel. Semua kolaborasi tersebut bukan hanya menciptakan produk baru yang memanjakan pelanggan, tetapi juga mendatangkan keuntungan bagi masing-masing perusahaan.

Keuntungan Kolaborasi bagi Perusahaan Startup

Apakah startup Anda memiliki produk yang inovatif, tetapi belum dipasarkan secara optimal? Melakukan kolaborasi bisnis bisa jadi pilihan yang tepat. tentukan target kolaborasi yang menurut Anda cocok, dan kejarlah target tersebut. Buatlah penawaran, tunjukkan keunggulan produk yang Anda miliki, dan tawarkan keuntungan bagi perusahaan mereka.

Sering kali, para pendiri startup berpikir bahwa mereka tidak dapat memberikan keuntungan apa-apa bagi perusahaan besar yang diajak kolaborasi. Nyatanya, perusahaan berskala besar sekalipun, terkadang membutuhkan ide baru untuk menyegarkan pasar yang sudah mereka miliki. Secara umum, berikut adalah keuntungan kolaborasi bisnis bagi perusahaan startup:

  1. Meningkatkan Reputasi
  2. Jika startup Anda bekerja sama dengan perusahaan besar, otomatis reputasi perusahaan dan produk akan ikut terdongkrak. Fungsi marketing yang tadinya belum optimal, meningkat  pesat karena adanya kolaborasi bisnis ini. Salah satu contohnya adalah para rumah makan berskala kecil dan menengah yang berkolaborasi dengan layanan Go-Jek. Kemungkinan penjualan mereka bisa meningkat dengan bekerja sama dengan aplikasi ride sharing tersebut.

  3. Menciptakan Ekosistem Pasar Baru
  4. Keuntungan ini berlaku untuk kedua belah pihak yang berkolaborasi. Perusahaan besar sering kali memiliki pasar yang loyal dan berkembang dalam ritme yang lambat. Dengan adanya inovasi dari para startup, mereka bisa menarik kemungkinan pasar baru yang datang dari kelas dan kalangan yang berbeda. Sementara bagi perusahaan startup, berkolaborasi jelas memperluas pasar yang sebelumnya belum pernah mereka jangkau.

  5. “Mendengar” Konsumen dengan Lebih Mudah
  6. Melalui kolaborasi bisnis, konsumen bisa melihat keunggulan yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan. Dengan majunya teknologi seperti sekarang, perusahaan bisa dengan lebih mudah mendengar suara dan respons konsumen. Kelebihan, kekurangan, dan kecenderungan pasar bisa dibaca dengan mudah menggunakan wadah yang tepat seperti media sosial.

Kenali Jenis Kolaborasi yang Umum Dilakukan

Dengan kreativitas, banyak sekali kolaborasi bisnis yang bisa Anda lakukan. Yang terpenting, kerja sama atau kolaborasi tersebut haruslah mendatangkan keuntungan di segi tertentu bagi kedua belah pihak. Pada umumnya, berikut adalah jenis kolaborasi yang mungkin dilakukan:

  1. Co-Marketing dan Co-Branding
  2. Kedua hal ini, marketing dan branding, disandingkan bersama karena sering kali kekuatan dan reputasi ebuah merek berpengaruh besar pada tingkat pemasarannya. Kolaborasi ini belakangan sering dilakukan oleh perusahaan yang sudah established. Selain untuk memperluas pasar, inovasi baru dari kedua brand yang sudah dikenal juga sering memancing rasa ingin tahu para konsumen lama dan baru.

  3. Co-Producing
  4. Co-producing bisa dilakukan oleh dua perusahaan  yang saling melengkapi. Satu perusahaan memiliki ide kreatif, dan satu perusahaan lainnya memiliki sumber daya produksi. Lebih dari sekadar jasa produksi, kerja sama ini menonjolkan brand kedua perusahaan untuk mencerminkan kolaborasi bisnis yang nyata dan meraup pasar yang lebih luas.

  5. Co-Distributing
  6. Startup yang tidak memiliki banyak jalur distribusi bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan kecil yang tersebar di berbagai pelosok. Contoh terbaik untuk jenis kolaborasi bisnis ini adalah pada saat maraknya distro atau distribution outlet di kalangan pengusaha muda. Para brand yang memproduksi pakaian bekerja sama untuk menjual produknya di toko-toko kecil namun ramai dan efektif. 

  7. Co-Funding
  8. Ini mungkin adalah jenis kolaborasi yang paling lama dipraktikkan. Co-funding bisa berarti penggabungan saham atau penyaluran modal bagi perusahaan yang baru saja berkembang. Jenis ini bisa membentuk entitas baru pada akhirnya, sebuah perusahaan baru yang terbentuk dari esensi dua perusahaan yang menggabungkan modalnya.

Kunci dalam melakukan kolaborasi bisnis adalah menjalin hubungan yang baik serta memiliki komitmen untuk memajukan perusahaan bersama. Kedua belah pihak harus sepakat menjalankan ritme bisnis yang sama agar tujuan yang diinginkan tercapai.