Pencapaian dan keberhasilan sebuah perusahaan tidak terlepas dari peran leader di dalamnya.

Seorang ahli teori kepemimpinan dari Amerika Serikat, Warren Bennis, pernah mengatakan, “kepemimpinan adalah kemampuan mengubah visi menjadi kenyataan”. Seorang leader bukan hanya mengelola, tetapi juga membangun kepercayaan, mengajarkan kemampuannya kepada orang lain, dan menularkan hal-hal positif ke rekan kerja dan koleganya.

Dengan begitu, jelas bahwa peran leaderlebih dari sekadar manajer atau menjadi boss. Untuk menjadi pemimpin yang baik, seseorang harus terus belajar dan tidak sungkan menambah pengalamannya dari orang lain.

Menerapkan Gaya Kepemimpinan yang Tepat Bagi Perusahaan

Mungkin Anda pernah mendengar bagaimana karyawan sering kali mengeluh tentang suasana kantor atau perilaku atasannya. Akibatnya, karyawan tidak betah dan bekerja setengah hati. Nyatanya, gaya kepemimpinan Anda sebagai seorang leader memang menentukan kenyamanan karyawan dan  bisa memengaruhi kinerja mereka.

Bagaimana Anda bisa menciptakan suasana kantor yang nyaman sekaligus produktif? Caranya adalah dengan menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat. Pada dasarnya ada empat gaya kepemimpinan:

  • Otoriter: Pemimpin cenderung mendikte karyawan dan keputusannya bersifat mutlak. Walaupun pengawasan dan pengendalian karyawan bisa dilakukan dengan lebih mudah, sering kali pemimpin otoriter menciptakan suasana kurang nyaman di kantor.
  • Laissez-Faire: Pemimpin memercayakan pekerjaan sepenuhnya pada masing-masing karyawan atau divisi. Biasanya, gaya kepemimpinan ini diterapkan pada karyawan pada tingkat ahli sehingga masing-masing sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.
  • Demokratis: Pemimpin memperhatikan keinginan serta pendapat dari karyawan. Suasana kantor sering kali terasa santai, namun pengambilan keputusan bisa berlangsung lama.
  • Karismatik: Pemimpin memiliki pengaruh motivasi besar untuk karyawan hanya melalui sosoknya yang karismatik. Penting untuk pemimpin dengan gaya ini menjaga perilaku dan kinerjanya agar menjadi contoh yang baik.

Gaya kepemimpinan dan peran leaderdapat terbentuk secara alami, namun bisa juga disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk menemukannya, Anda perlu melakukan observasi mendalam serta peka terhadap setiap hal yang terjadi di dalam lingkungan kerja yang Anda pimpin.

Peran Penting yang Harus Disadari Seorang Pemimpin  

Sebagai sosok yang dipercaya oleh perusahaan, seorang pemimpin harus menyadari pentingnya peran leaderdalam memacu kinerja para karyawannya. Setelah mencapai posisi seorang leader, bukan berarti Anda berhenti belajar dari pengalaman.

Setidaknya, berikut adalah peran leaderyang harus Anda bangun di mata karyawan:

Sumber Motivasi

Motivasi kerja yang tepat bisa meningkatkan semangat karyawan. Pada waktu tertentu, berikan kata-kata penyemangat dan suntikkan sedikit harapan agar karyawan percaya diri dan merasa mampu untuk menyelesaikan tugasnya sesuai standar yang Anda minta.

Penyedia Solusi

Tim yang Anda pimpin kemungkinan besar memiliki pengalaman lebih minim. Ketika masalah terjadi, bisa saja mereka tidak memiliki solusinya. Untuk itu, Anda bisa mengajak para karyawan untuk menemukan solusi bersama. Menyediakan solusi bukan berarti membiarkan Anda berpikir sendirian, berikan contoh penyelesaian masalah yang efektif dan jitu kepada karyawan.

Membangun Suasana Kerja

Peran leaderyang tidak kalah pentingnya adalah menjadi pemimpin sekaligus teman bagi seluruh karyawan. Dengarkan keluhan dan pendapat mereka, serta berikan motivasi dan contoh yang berkaitan dengan etos kerja yang baik. Dengan menciptakan suasa kerja yang nyaman, kinerja karyawan akan meningkat dengan sendirinya.

Memancing Kreativitas

Apa pun bidang pekerjaan Anda, kreativitas penting untuk dimiliki oleh seluruh anggota tim. Strategi pekerjaan, penyelesaian masalah, dan inovasi dalam melakukan sesuatu membutuhkan kreativitas tinggi dari tim yang solid. Ajak karyawan untuk brainstorming, mencari informasi terkini, serta melakukan hal-hal baru berkaitan dengan pekerjaan.

Kehidupan dan keberhasilan sebuah perusahaan ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah peran leaderdalam memimpin dan membawa prestasi para karyawan. Dengan menyadari perannya, seorang pemimpin bisa berkontribusi secara positif bagi perusahaan, tim, dan dirinya sendiri.