Kita bisa belajar dari kompetitor terkait banyak hal lalu memodifikasinya untuk kepentingan bisnis atau perusahaan.

Saat memulai bisnis, Anda harus belajar banyak hal untuk kemajuan perusahaan. Anda harus terus belajar dari buku, seminar, atau belajar langsung dari kompetitor meski tidak secara langsung. Anda bisa mempelajari banyak hal dan membuat strategi bisnis yang tepat sasaran untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Nah, apakah semua hal yang dilakukan oleh kompetitor harus dicontoh tanpa ada perubahan? Jawabannya adalah tidak. Anda tetap harus menerapkan prinsip: amati, tiru, dan modifikasi. Kalau hanya mencontohnya saja, Anda tidak ubahnya dengan peniru saja dan tidak memiliki ide unik yang lebih orisinal.

Kalau Anda ingin belajar dari kompetitor terkait dengan banyak hal, coba sima beberapa hal di bawah ini.

1. Cara Mereka Membuat Kemasan Produk

Produk yang dikeluarkan oleh kompetitor atau perusahaan yang masih satu tema bisnisnya terdiri dari dua. Pertama adalah produk fisik dan yang kedua produk non fisik. Produk fisik adalah produk yang bisa disentuh, dilihat, dan dikonsumsi seperti makanan, minuman, atau benda tertentu. Selanjutnya untuk non fisik bisa saja jasa.

Kalau ingin belajar dari kompetitor, pelajari bagaimana mereka mengemas produknya agar menarik. Pelajari bagaimana kompetitor melakukan penetrasi pasar dari tampilan luar yang menarik banyak orang. Pelajari tampilan atau kemasan itu dan simpulkan. Misal kemasan enak dipandang dan cocok dengan selera anak mudah.

2. Cara Mereka Melakukan Pemasaran

Anda juga harus mempelajari bagaimana cara mereka melakukan pemasaran produknya. Memiliki produk yang menarik, tapi pemasarannya berantakan juga tidak akan meningkatkan closing atau penjualan. Pelajari bagaimana produk ini bisa diterima oleh masyarakat dan brand awareness-nya meningkat.

Pemasaran dari produk tidak selalu dilakukan di media dengan promosi hard selling. Terkadang promosi juga bisa dilakukan dengan teknik content marketing dengan menyisipkan “pesan sponsor” atau soft sell di artikel atau video. Cara ini dianggap ampuh untuk mengenal produk dengan baik.

Pelajari bagaimana kompetitor menembus pasar. Dari beberapa cara pemasaran ini Anda bisa mengeceknya mana saja yang sesuai dengan produk yang Anda atau perusahaan hasilkan.

3. Mengetahui Target Pasar dengan Jelas

Cari tahu target pasar dari kompetitor. Misal Anda dan kompetitor sama-sama bergerak di bidang pakaian. Nah, cari tahu pakaian apa saja yang dijual. Dari pakaian yang dijual Anda akan tahun targetnya pria, wanita, atau keduanya. Selain itu, Anda juga tahu target usia yang mereka jaring untuk dijadikan calon pembeli.

Dari target pasar yang dimiliki oleh kompetitor, Anda akan tahu dengan detail sasaran mereka. Dengan mengetahui sasaran dari kompetitor Anda bisa bersaing di market share yang sama atau di target market lain yang tidak mereka sasar.

4. Pelajari Perubahan Brand dari Waktu ke Waktu

Hal terakhir yang bisa Anda pelajari dari kompetitor adalah perubahan brand atau produknya dari waktu ke waktu. Dari perubahan ini Anda bisa mempelajari bagaimana produk menyesuaikan diri dengan perubahan dan bertahan hingga sekarang. Pelajari perubahan dari segi desain, pengemasan, dan cara promosi.

Dari waktu ke waktu, perubahan akan menunjukkan apa yang terjadi dengan brand. Dengan mempelajari bagaimana cara mereka bertahan dari perubahan, Anda bisa memiliki cara untuk bertahan dengan perubahan pasar yang terjadi secara konstan setiap periode waktu tertentu.

Inilah beberapa cara untuk belajar dari kompetitor. Pelajari segala aspek dengan baik dan cari data yang kredibel. Selanjutnya buat strategi baru dari apa yang sudah dipelajari.